Bimbingan Teknis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Provinsi Riau, 11-13 Juni 2024
19 Juni 2024

Bimbingan Teknis Perpustakaan Perguruan Tinggi Provinsi Riau Tahun 2024

11 Juni 2024

 

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 21 tentang perpustakaan, mengamanatkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bertugas melaksanakan pembinaan, pengembangan, evaluasi, dan koordinasi terhadap pengelolaan perpustakaan. Terkait tugas tersebut, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Juni 2024 di Hotel Grand Zuri, Pekanbaru yang dihadiri oleh peserta dari 50 perpustakaan perguruan tinggi provinsi Riau.

Hadir secara daring dalam pembukaan bimtek, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Dr. Adin Bondar, S.Sos, M.Si., hadir secara luring Pustakawan Ahli Utama Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Drs. Upriyadi, SS., M.Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dra. Mimi Yuliani N, Apt. MM, Perwakilan LLDIKTI Wilayah X Provinsi Riau Putri Prima Yulda, S.Hum, Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Provinsi Riau Hadira Latira, S.IP., M.A., Rektor Universitas Lancang Kuning  Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum serta akademisi bidang perpustakaan dan informasi Nurmaya Prahatmaja, S.Sos., MA sebagai pengajar bimtek.

Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si memberikan sambutan sekaligus membuka acara kegiatan bimtek ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa diperlukan suatu kecakapan literasi yang kuat mengantisipasi tantangan agar perpustakaan meningkatkan layannanya, bagaimana asas kebermanfaatan dan kemaslahan kehidupan dalam masyarakat. Harapan kedepannya perpustakaan perguruan tinggi berperan kuat dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknoogi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, pengukuran kinerja perpustakaan memiliki peran penting dalam pengukuran peningkatan mutu perguruan tiggi secara kelembagaan.  

Sesi dilanjutkan dengan diskusi panel oleh 3 narasumber, Dr. Upriyadi, SS., M.Hum,  menyampaikan materi “Strategi Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi”, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dra. Mimi Yuliani N, Apt. MM menyampaikan materi “Kebijakan Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Provinsi Riau”, LLDIKTI Wilayah X Putri Prima Yulda, S.Hum menyampaikan materi “Dukungan Kebijakan Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi melalui Pengembangan Perpustakaan Sesuai Dengan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi”, Rektor Universitas Lancang Kuning Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum menyampaikan materi “Transformation of Academic Librariesserta Hadira Latira, S.IP., M.A, sebagai moderator. Diskusi panel berjalan aktif dan peserta sangat antusias dalam menyimak panel diskusi. Para narasumber menanggapi pertanyaan peserta, terkait bagaimana strategi mengelola perpustakaan agar sesuai standar nasional dan terakreditasi, PERLU adanya kegiatan yang menjadi wadah dan mampu memfasilitasi kepala perpustakaan dan pimpinan perguruan tinggi agar kebijakan pembinaan yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia selaku pembina dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Riau bisa terealisasi di lingkungan perguruan tinggi.

Dr. Upriyadi, SS., M.Hum menanggapi bahwa pustakawan perlu semangat,  memiliki komunikasi yang baik serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi karena perpustakaan berperan penting terhadap indikator kinerja utama perguruan tinggi dan menghimbau bagi perpustakaan yang sudah terkareditasi harus bisa mempertahankan atau meningkatkan nilai akreditasi yang sudah diperoleh sedangkan bagi perpustakaan yang belum terakreditasi agar segera menyiapkan akreditasi supaya tercipta pengelolaan perpustakaan yang sesuai dengan standar nasional perpustakaan. Dengan adanya kegiatan bimtek ini diharapkan agar para pustakawan yang hadir bisa saing berbagi ilmu pengetahuan dalam pengelolaan perpustakaan di lingkungan perguruan tingginya masing-masing.

Putri Prima Yulda, S.Hum menanggapi pertanyaan peserta terkait bagaimana strategi LLDIKTI memjebatani kebutuhan jurnal dari perguruan tinggi untuk memfasilitasi layanan jurnal bereputasi. Putri menyebutkan bahwa ada surat edaran dari KEMENDIKBUDRISTEK menyebarkan kebutuhan pengadaan koleksi bagi perguruan tinggi di bawah naungan KEMENDIKBUDRISTEK dan mengadakan rapat koordinasi bagi tenaga perpustakaan di lingkungan KEMENDIKBUD RISTEK. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek No. 20 Tahun 2023 Tanggal 8 Agustus 2023 tentang Sumber Informasi Pendukung Program Pembelajaran bagi Satuan Pendidikan dimana Kemendikbudristek bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI terkait Peningkatan Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan serta Kemendikbudristek dan Perpustakaan Nasional menyediakan berbagai sumber informasi pendukung bagi satuan pendidikan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dra. Mimi Yuliani N, Apt. MM  juga menyebutkan bahwa secara aturan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 12 ayat (2) butir q menyatakan bahwa perpustakaan masuk pada urusan wajib pemerintahan non pelayanan dasar baik pada pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota. Sehingga perpustakaan adalah pelayanan non dasar tapi wajib ada di pemerintahan.  Pemerintah Provinsi Riau berupaya untuk meningkatkan produktif, terpadu dan terintegrasi berbasis pustaka digital dan destinasi wisata edukasi guna terwujudnya tata kelola perpustakaan yang terdepan dan handal sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kebutuhan masyarakat melalui pustaka wilayah.

Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum, Rektor Lancang Kuning juga mengungkapkan bahwa saat ini perpustakaan perguruan tinggi harus bisa merespon perubahan-perubahan yang ada. Bagaimana perpustakaan di kampus hari ini harus mampu memberikan layanan perpustakaan yang inovatif sesuai dengan kebutuhan civitas akademika. Seperti halnya bagaimana mengembangkan layanan perpustakaan dengan memperhatikan kebutuhan riset dosen ataupun kebutuhan mahasiswa. Contohnya perpustakaan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk menunjang program riset civitas akademika.

Hari kedua Nurmaya Prahatmaja, S.Sos., MA menyampaikan materi “Pemberdayaan Perpustakaan” pada sesi pertama. Pada sesi ini, beliau mengawali diskusi bagaimana perpustakaan perguruan tinggi memiliki tugas pokok dalam menyediakan koleksi (sumber informasi) bagi civitas akademika. Perpustakaan perguruan tinggi seharusnya menjadi Center of Knowledge dan Center of Civilization perpustakaan perguruan tinggi dapat menjadi pusat memori dan informasi dari masyarakat, memberikan gambaran umum evolusi pemikiran manusia, penemuannya dan apa saja yang telah dihasilkan oleh civitas akademika dan masyarakat sekitarnya kepada bangsa dan negara. Materi kedua adalah Strategi, Inovasi dan Kreasi Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi, konteks “Akreditasi Perguruan Tingi”. Pada materi ini peserta mendapat pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan terkait akreditasi perguruan tinggi, diantaranya laporan kinerja program studi  yang laporannya mencakup kerjasama Tri Dharma, jurnal penelitian ilmiah Dosen Tetap Suatu Program Studi (DTPS), Pekan Kreativitas Mahasiswa, luaran penelitian lainnya, maupun sitasi penelitian baik DTPS maupun mahasiswa. Materi ketiga narasumber menjelaskan  metode “Bibliometrik”, yaitu metodologi yang banyak dimanfaatkan dalam keperluan penelitian dalam kajian information science and technology, sehingga dapat mengetahui jumlah pengarang yang berkolaborasi, penelitian yang sedang tren, serta menjadikan suatu rencana dalam penelitian dalam bagian teknologi untuk kedepannya, dapat mengamati besaran kontributor, pola dalam kepengarangan, jumlah sitasi serta bahasa yang dipakai dalam suatu jurnal (Natakusumah 2014, 17). Dalam  menggunakan metode ini, narasumber berbagi mengenai penggunaan VOSviewer sebagai perangkat lunak yang membantu membangun dan memvisualisasikan peta dan jaringan data. VOSviewer dapat digunakan untuk memvisualisasikan jaringan publikasi ilmiah, penelitian ataupun jurnal. Tujuannya untuk mendeskripsikan perhitungan tentang suatu proses komunikasi tertulis, sifat, dan arah perkembangan serta menghasilkan struktur intelektual dan tren yang muncul dari suatu bidang penelitian atau topik. Tidak hanya belajar tentang konsep dan teori, setelahnya peserta mempraktikan penggunaan VOSviewer secara berkelompok, dimana praktik ini akan membantu tugas pustakawan dalam mencari referensi yang kredibel berdasarkan kriteria yang diperlukan pemustaka. 

Dipenghujung materi Nurmaya Prahatmaja, S.Sos., MA menekankan bahwa tantangan dan perkembangan teknologi informasi perpustakaan. Tugas perpustakaan tidak hanya harus mengcapture yang sudah tertulis, tetapi juga perpustakaan harus bisa mengcapture kearifan lokal di daerahnya dengan bekerjasama dengan civitas akademika lain seperti dosen, mahasiswa dalam bentuk pengabdian masyarakat. Perpustakaan juga menyimpan karya-karya ilmu pengetahuan. Pustaka digital tetap menjadi salahsatu konsen dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi.

Memasuki hari ketiga, peserta masih mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Yasin Setiawan, S.Kom., M.I.Kom dari perpustakaan Universitas Riau, memberikan kesan dan  pesan selama kegiatan berlangsung. “Saya ucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi (P3SMPT) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang telah memfasilitasi kegiatan bimtek ini. Salam semangat untuk para pejuang literasi yang mengikuti kegiatan ini. Selama bimtek kami merasakan telah mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru terkait pengelolaan perpustakaan di era digital. Materi yang disampaikan narasumber sangat relevan dan aplikatif sehingga dapat langsung diterapkan di tempat kita. Kami sangat terkesan dengan sesi diskusi karena memberikan kesempatan pada kami untuk bertukar pengalaman bersama peserta lain para pustakawan di Provinsi Riau. Kami ucapkan juga selamat berjuang semoga ini adalah awal yang baik untuk kita semua”.

Selanjutnya sesi dilanjutkan dengan pengumuman peserta dan tim terbaik. Syarfi Aziz (Perpustakaan Institut Az-Zuhra), Revita Maulani, S.IP (Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin), Zevera Erinna Simora (Perpustakaan Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru) adalah peserta individu terbaik pertama, kedua dan ketiga. Selain penilaian individu, ada juga penilaian kelompok. Kelompok Lestari, Kelompok Laksamana Mengamuk dan Kelompok Lontiok untuk juara pertama, kedua, dan ketiga. Penyerahan simbolis perwakilan peserta oleh Revita Maulani, S.IP (Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin) dan Yasin Setiawan, S.Kom., M.I.Kom (perpustakaan Universitas Riau).

Pustakawan Ahli Utama Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi, Dr. Upriyadi, SS., M.Hum menutup kegiatan bimtek Riau secara resmi. Beliau mengucapkan selamat dan terima kasih atas atensi dan semangat para peserta selama tiga hari mengikuti kegiatan bimtek ini. Semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat dan mampu memaksimalkan pengelolaan perpustakaan yang sesuai Standar Nasional Perpustakaan di perguruan tinggi masing-masing.

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan do’a sebagai ucapan syukur atas kelancaran serta ilmu yang didapat selama kegiatan selama 3 hari ini do’a  dipimpin oleh Dzikrulloh, S.IP dari Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Riau.

 

Narasi : Sri Mulyati

Dokumentasi : Iksan dan Zainal

Editor : Deine Pangalila  dan Dwi Ernala Muslimiati

#p3smptperpusnasri

#perpustakaanperguruantinggi

#perpustakaansekolah

#perpustakkaanmadrasah